Langsung ke konten utama

Logoterapi Secara Singkat



Viktor E. Frank mempunyai teori yang disebut logoterapi yang digunakan dalam psikoterapi. Logoterapi merupakan psikoterapi yang memusatkan upaya pada pencarian makna. Logoterapi lebih memusatkan perhatian pada masa depan, atau pencarian makna hidup yang harus dilakukan di masa depan. Upaya manusia dalam mencari makna kehidupan merupakan motivator dalam hidup. Namun, kenyataan dalam mencari makna hidup manusia bisa saja menimbulkan rasa frustasi dan dalam logoterapi frustasi tersebut disebut frustasi eksistensial. Frustasi ini dapat menimbulkan penyakit lain yang disebut Neurosis Noogenik. Neurosis noogenik ini muncul karena masalah kehidupan.

Dalam mencari makna hidup pun bisa menimbul noodinamika atau ketegangan batin. Tetapi, ketegangan seperti itu merupakan hal utama dalam mencapai kesehetan mental. Selain itu, dalam mencari makna hidup menimbulkan dampak yang dialami oleh para pencarinya yaitu mereka dihadapi dengan kekosongan batin; sebuah kekosongan di dalam diri mereka sendiri; kekosongan tersebut disebut dengan kehampaan eksistensial. Kehampaan eksistensial dapat tercermin dari dalam bentuk rasa bosan, selain itu kehampaan eksistensial dapat berupa keinginan besar untuk berkuasa atau untuk mencari kesenangan hidup sehingga berubah tujuannya dalam mencari makna hidup.

Viktor E. Frank menjelaskan bahwa yang terpenting bukan makna hidup secara umum, melainkan makna hidup spesifik dari hidup seseorang suatu saat tertentu. Manusia seharusnya tidak bertanya apa makna hidupnya tetapi manusialah yang akan ditanyai hidup dan jawabannya hanyalah bertanggung jawab terhadap hidupnya. Oleh karena itu, sebagai manusia jika ingin hidupnya bermakan kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita kerjakan selama kita hidup.

Dalam logoterapi yang dikemukakan oleh Viktor E. Frank bahwa makna hidup bisa kita dapatkan memalui; pertama, dalam bentuk bertanggung jawab terhadap hidup dengan apa yang kita dapatkan dari pencapaian dan keberhasilan. Selain itu makna hidup bisa kita temukan dan kita sadari bisa kita dapatkan dengan mengalami sesuatu, seperti kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Kedua, makna hidup bisa kita dapatkan dari makna cinta karena cinta tidak hanya sekedar seks namum cinta pentinya sebuah kebersamaan. Ketiga, makna hidup bisa kita dapatkan dari sebuah situasi yang kita tidak harapkan, seperti penderitaan. Manusia bisa mendapatkan makna hidup dari sebuah penderitaan asalkan mereka yakin bawah dibalik itu semua ada sebuah makna.

Dalam logoterapi pun menjelaskan bahwa ada tiga jalan yang dapat ditempuh untuk mendapatkan makna hidup; pertama, melalui karya dan tidakan. Kedua, melalui pengalaman atau dengan mengenal seseorang. Ketiga, mengubah, berusaha, berupaya menghadapi nasib yang tidak bisa diubah tetapi bisa menjadi suatu kemenangan. Dengan syarat nasib atau penderitaan tersebut tidak terhindarkan, dalam memandang suatu persalahan harus dengan penuh makna dan tujuan sikap seperti itu harus diterapkan dalam suatu situasi atau tragedi, kita harus memandang bahwa dalam suatu penderitaan meskipun leher atau badan kita patah, ingalah selalu itu tidak akan membuat hidup kita patah.



Komentar