Langsung ke konten utama

Postingan

Logoterapi Secara Singkat

Viktor E. Frank mempunyai teori yang disebut logoterapi yang digunakan dalam psikoterapi. Logoterapi merupakan psikoterapi yang memusatkan upaya pada pencarian makna. Logoterapi lebih memusatkan perhatian pada masa depan, atau pencarian makna hidup yang harus dilakukan di masa depan. Upaya manusia dalam mencari makna kehidupan merupakan motivator dalam hidup. Namun, kenyataan dalam mencari makna hidup manusia bisa saja menimbulkan rasa frustasi dan dalam logoterapi frustasi tersebut disebut frustasi eksistensial. Frustasi ini dapat menimbulkan penyakit lain yang disebut Neurosis Noogenik. Neurosis noogenik ini muncul karena masalah kehidupan. Dalam mencari makna hidup pun bisa menimbul noodinamika atau ketegangan batin. Tetapi, ketegangan seperti itu merupakan hal utama dalam mencapai kesehetan mental. Selain itu, dalam mencari makna hidup menimbulkan dampak yang dialami oleh para pencarinya yaitu mereka dihadapi dengan kekosongan batin; sebuah kekosongan di dalam diri mer...
Postingan terbaru

Pengalaman Di Kamp Konsentrasi

Viktor Franki merupakan salah satu tawanan yahudi jerman yang terlempar kedalam kamp konsentrasi Auschwitz. Banyak penderitaan yang ia alami selama menjadi tawanan bahkan kematian pun dirasakan olehnya sangat dekat. Tapi, sungguh menakjubkan ia bisa selamat dan keluar dari kamp konsentrasi tersebut. Miris, menakutkan, mengerikan, semua hal negative itulah gambaran kamp konsentrasi dalam buku ini. Sehingga, membuat para tawanan yang berada dalam kamp mendapakan beberapa gelaja dalam hidupnya ketika berada di kamp. Para tawanan dalam kamp hanya berpikiran untuk bertahan dan bisa kembali bersama keluarganya dengan menyampingkan soal moral dan etika. Karena telah terbukti dimana mereka yang bertahan hidup adalah mereka yang tidak lagi mementingkan moral dan etika. Selain itu, para tawanan yang berada di kamp ini sangat miris, mereka kedinginan, kelaparan, bahkan untuk duduk pun mereka tidak bisa. Dengan segala penderitaan yang dialaminya membuat para tawanan selalu berpikir untuk...